Showing posts with label subhanallah. Show all posts
Showing posts with label subhanallah. Show all posts
Apr 8, 2013
Subhanallah dan Masya Allah di Indonesia: Salah Kaprah
6:57 PM
bahasa arab, harfiah, masya allah, salah kaprah, subhanallah
Sewaktu saya kelas 3 SMA, ada istilah yang populer di antara teman-teman saya:
“SBY!!”
Bukan, kami bukan fanatik pak presiden. Maksud dari istilah di atas adalah: Subhanallah Banget Yaa
, saat kita kagum dengan si A yang masuk universitas sana-sini lewat
jalur PMDK-lah, teteh B yang wah banget perangainya buat dijadikan
teladan, si C yang bisa bikin catatan yang udah mah rapi, bergambar,
warna-warni pula (kerajinan banget), atau sekedar soal fisika yang
rumitnya selangit, dipecahkan dengan mudahnya oleh Pak Tata. Ya, SBY
menjadi ekspresi kekaguman kami waktu itu.
Memang, penggunaan Subhanallah ini
seringkali kita gunakan untuk mengekspresikan kekaguman kita terhadap
kebesaran Ilahi. Di lain pihak, saat kita melihat sesuatu yang buruk,
acapkali kita mengucapkan “Masya Allah..ko bisa sih begitu?”. Ekspresi
semacam itu sudah lumrah banget di mata kita, orang Indonesia.
Apr 7, 2013
Penggunaan “Subhanallah” & “Masya Allah” Sering Terbalik
6:44 PM
bahasa arab, harfiah, masya allah, subhanallah
Memaknai Perbedaan Ucapan “Subhanallah” dan “Masya Allah” (yang kadang sebagian orang sering terbalik dalam memaknainya). ^^

Bismillahirrahmaanirrahiim…
Secara umum, menyebut asma Allah dan berdzikir kepada-Nya ialah kebaikan tertuntunkan. Menyertakan Allah dalam tiap kejadian adalah niscaya. Dan tiap penyebutan nama Allah yang bermakna khusus tentu memiliki tempat sesuai tuntunan. Semisal; Istirja’ (inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun) diucap saat kita mengetahui ada saudara kita yang meninggal atau saat kita bermusibah. (semisal banjir, kebakaran, tanah longsor, kecelakaan, dll).
Nah, bagaimana dengan ucapan “Subhanallah” dan “Masya Allah”?
Ada 2 yang mengikatnya; tuntunan Quran-Sunnah & kebiasaan dalam Bahasa Arab.
Al Quran menuturkan; SubhanaLlah digunakan dalam mensucikan Allah dari hal yang tak pantas. “Maha Suci Allah dari mempunyai anak, dari apa yang mereka sifatkan, mereka persekutukan, dll.”
Ayat-ayat berkomposisi ini sangatlah banyak. Juga, SubhanaLlah digunakan untuk mengungkapkan keberlepasan diri dari hal menjijikkan semacam syirik (QS 34: 40-41), dihinakannya Allah tersebab kita (QS 12: 108) dll.
Bismillahirrahmaanirrahiim…
Secara umum, menyebut asma Allah dan berdzikir kepada-Nya ialah kebaikan tertuntunkan. Menyertakan Allah dalam tiap kejadian adalah niscaya. Dan tiap penyebutan nama Allah yang bermakna khusus tentu memiliki tempat sesuai tuntunan. Semisal; Istirja’ (inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun) diucap saat kita mengetahui ada saudara kita yang meninggal atau saat kita bermusibah. (semisal banjir, kebakaran, tanah longsor, kecelakaan, dll).
Nah, bagaimana dengan ucapan “Subhanallah” dan “Masya Allah”?
Ada 2 yang mengikatnya; tuntunan Quran-Sunnah & kebiasaan dalam Bahasa Arab.
Al Quran menuturkan; SubhanaLlah digunakan dalam mensucikan Allah dari hal yang tak pantas. “Maha Suci Allah dari mempunyai anak, dari apa yang mereka sifatkan, mereka persekutukan, dll.”
Ayat-ayat berkomposisi ini sangatlah banyak. Juga, SubhanaLlah digunakan untuk mengungkapkan keberlepasan diri dari hal menjijikkan semacam syirik (QS 34: 40-41), dihinakannya Allah tersebab kita (QS 12: 108) dll.
“Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: ”Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?”.Malaikat-malaikatitu menjawab: “Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka: bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”.” (QS 34 Saba’: 40-41)
“Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”.” (QS 12 Yusuf: 108)
Subscribe to:
Posts (Atom)








.jpg)

.jpg)

