Showing posts with label sanad. Show all posts
Showing posts with label sanad. Show all posts
Apr 21, 2013
Muara Sanad Al Qur'an & Jaringan Pesantren Di Nusantara
Membaca
Al-Quran tentu saja amalan yang sangat utama, apalagi di bulan Ramadhan
yang merupakan bulan diturunkannya Al-Quran. Selain menjadi menambah
perbendaharaan pahala kita, membaca Al-Quran juga menjadi hiburan
batiniah tersendiri yang sangat mengasyikkan. Bacaan ayat-ayat suci yang
mengalir lancar dari bibir seakan mengantarkan perbincangan kita dengan
sang khaliq.
Namun
sayangnya, seiring perkembangan zaman, ketika pengajian Al-Quran di kota
besar tak lagi sesemarak dulu, lancar dan fasih membaca Al-Quran bukan
lagi keterampilan yang mudah ditemukan pada generasi muda Islam. Bahkan
maraknya pertumbuhan Taman Pendidikan Al-Quran dan berbagai metode
pengajaran kilat Al-Quran tak mampu mengimbangi derasnya gelombang
modernisasi dan westernisasi budaya.
Mempelajari
Al-Quran –termasuk cara membacanya-- memang tak semudah membalikkan
telapak tangan. Untuk mendapatkan hasil yang diharapkan, dibutuhkan
seorang guru khusus yang benar-benar mempunyai kemampuan dan otoritas
(ijazah) pengajaran Al-Quran. Sebab proses pembelajaran Al-Quran
menyaratkan adanya talaqqi (pertemuan guru – murid secara langsung)
dalam prosesnya.
Sebab para ulama ahlul Quran meyakini, satu-satunya orang yang bisa
membaca Al-Quran dengan fasih dan memahami isinya dengan benar adalah
Rasulullah SAW yang mendapat pengajaran langsung dari malaikat Jibril.
Sementara tingkat kebenaran bacaan orang-orang selain Rasulullah paling
bagus hanya mendekati kefasihan beliau saja. Itu pun jumlahnya tidak
banyak. Pengakuan akan ketepatan cara membaca Al-Quran tersebut harus
mendapat pengakuan dari Rasulullah SAW.
Itulah
sebabnya, meski pada zaman Rasulullah banyak sahabat yang hafal
Al-Quran, tetapi hanya beberapa orang saja yang mendapat mandat untuk
mengajarkan Al-Quran. Artinya hanya mereka inilah yang bacaan
Al-Qurannya diakui nyaris sempurna sehingga layak mengajari orang lain.
Demikian
pula pada generasi berikutnya yang belajar langsung kepada Sahabat Nabi.
Meskipun jumlah murid mereka dari kalangan tabiin cukup banyak, namun
hanya sebagian kecil saja yang diberi otoritas (ijazah) untuk
mengajarkan cara membaca Al-Quran. Demikian seterusnya pada generasi
tabiut tabiin dan generasi-generasi sesudahnya hingga zaman modern yang
terus menjaga ketersambungan silsilah sanadnya. Mereka inilah yang biasa
disebut ulama ahlul Quran.
Bagaimana
dengan murid-murid lain yang juga menyelesaikan pelajarannya, namun
tidak sampai mendapat ijazah pengajaran Al-Quran. Tentu saja mereka
tetap boleh menularkan ilmunya, meski tentu nilai keberkahannya tidak
sama dengan yang mendapat ijazah pengajaran Al-Quran. Paling tidak, dari
mereka bisa dipelajari cara membaca Al-Quran dengan benar, karena
mereka juga mendapatkannya dari guru-guru yang memiliki ijazah
pengajaran.
Subscribe to:
Posts (Atom)







.jpg)

.jpg)

