Showing posts with label muslimah. Show all posts
Showing posts with label muslimah. Show all posts
Aug 19, 2014
Jilbab, Pakaian Wanita Muslimah
9:24 PM
albani, hijab, jilbab, jilbab syari, muslimah, pakaian muslimah, syaikh albani
Betapa banyak kita lihat saat ini, wanita-wanita berbusana muslimah, namun masih dalam keadaan ketat. Sungguh kadang hati terasa perih. Apa bedanya penampilan mereka yang berkerudung dengan penampilan wanita lain yang tidak berkerudung jika sama-sama ketatnya[?]
Oleh karena itu, pembahasan kita saat ini adalah mengenai pakaian wanita muslimah yang seharusnya mereka pakai. Pembahasan kali ini adalah lanjutan dari pembahasan “Wanita yang Berpakaian Tetapi Telanjang“. Semoga bermanfaat. Hanya Allah lah yang dapat memberi taufik dan hidayah.
Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab [33] : 59). Jilbab bukanlah penutup wajah, namun jilbab adalah kain yang dipakai oleh wanita setelah memakai khimar. Sedangkan khimar adalah penutup kepala.
Allah Ta’ala juga berfirman,
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur [24] : 31). Berdasarkan tafsiran Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Atho’ bin Abi Robbah, dan Mahkul Ad Dimasqiy bahwa yang boleh ditampakkan adalah wajah dan kedua telapak tangan.
Dari tafsiran yang shohih ini terlihat bahwa wajah bukanlah aurat. Jadi, hukum menutup wajah adalah
Aug 4, 2014
Nasihat Untuk Muslimah: Berhias Dengan Ketenangan Sikap
7:03 AM
muslimah, nasihah, sikap tenang
Berhias Dengan Ketenangan Sikap
💕Bagi seorang muslimah , mengumpulkan adab mulia dan ketenangan bersikap diumpamakan seperti memakai paduan baju yang serasi.Orang Arab mengibaratkan adab yang baik sebagai seorang raja atau ratu dan ketenangan bersikap sebagai iringan dayang dan pelayannya.
🔎 Ibnul Jauzi rahimahullah mendefinisikan ketenangan sikap (al waqar) adalah :
" Menahan diri dari -->
banyak berbicara
berbuat kesia-siaan
berlebihan menunjuk sesuatu
terlalu agresif & banyak bergerak
--> dan harus menetapi sikap menahan marah, tidak banyak bertanya, menahan diri dari sikap cepat menyahut ucapan,tidak tergesa- gesa, dan bersemangat pada semua aktivitasnya."
(Tahdzibul Akhlaq hal 22)
Rasulullah صلى الله عليه و سلم menyukai setiap umatnya yang berhias dengan ketenangan dalam perbuatan apapun.
Beliau bersabda :
إذا سمعتم الإقامة فامشوا إلى الصلاة و عليكم بالسكينة و الوقار ولا تسرعوا . فما أدركتم فصلوا وما فاتكم فأتموا.
"Jika kalian mendengar iqamah maka berjalanlah menuju sholat.
Hendaknya kalian perlahan , tetap tenang, dan jangan tergesa - gesa.Apa yang kau dapatkan maka sholatlah dan apa yang terlewat rakaatnya maka sempurnakanlah." (Muttafaqun Alaihi)
Bahkan para nabi seluruhnya pernah menggembala kambing.
Hal ini karena kesabaran , ketenangan, dan ketelatenan akan diperoleh para gembala kambing.
Rasulullah صلى الله عايه و سلم bersabda :
....و السكينة و الوقار في أهل الغنم
" Sikap tenang dan kalem berada pada gembala kambing." (HR Bukhari)
Apr 16, 2013
Musibah Bagi Wanita Muslimah Memakai Celana Panjang
1:35 AM
celana panjang, hijab, jilbab, jilbab gaul, jilbab modis, muslimah, syar'i
Kita sudah mengetahui bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali
wajah dan telapak tangan. Itu berarti kaki dan betis wanita adalah aurat
yang wajib ditutupi. Di antara syarat pakaian muslimah yang mesti
dipenuhi adalah tidak membentuk lekuk tubuh. Nah, pakaian yang tidak
memenuhi syarat ini adalah jika wanita berbusana celana panjang, apalagi
ketat. Ditambah lagi pakaian celana panjang ini menyerupai pakaian
pria. Inilah musibah yang pada wanita muslimah saat ini.
Tentang larangan wanita menyerupai pakaian pria di antara contohnya adalah memakai celana panjang. Pakaian tersebut menyerupai pakaian laki-laki dan terlarang berdasarkan hadits berikut,
Syaikh Abu Malik -semoga Allah senantiasa menjaga beliau dalam kebaikan-, penulis kitab Shahih Fiqh Sunnah berkata, “Patokan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang saling tasyabbuh (menyerupai) satu dan lainnya bukan hanya kembali pada apa yang dipilih, disukai dan dijadikan kebiasaan wanita dan pria.
Namun hal ini kembali pula pada maslahat pria maupun wanita.
Yang maslahat bagi wanita adalah yang sesuai dengan yang diperintahkan yaitu wanita diperintahkan untuk menutupi diri tanpa boleh tabarruj atau menampakkan perhiasan diri.
Jadi dalam larangan berpakaian pada wanita ada dua tujuan: (1) membedakan pria dan wanita, (2) menutupi diri wanita secara sempurna. Kedua maksud (tujuan) ini harus tercapai.” (Shahih Fiqh Sunnah, 3: 36).
Tentang larangan wanita menyerupai pakaian pria di antara contohnya adalah memakai celana panjang. Pakaian tersebut menyerupai pakaian laki-laki dan terlarang berdasarkan hadits berikut,
أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَعَنَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لُبْسَةَ
الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لُبْسَةَ الرَّجُلِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang berpakain”
(HR. Ahmad no. 8309, 14: 61. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat
Muslim, perowinya tsiqoh termasuk perowi Bukhari Muslim selain Suhail
bin Abi Sholih yang termasuk perowi Muslim saja).Syaikh Abu Malik -semoga Allah senantiasa menjaga beliau dalam kebaikan-, penulis kitab Shahih Fiqh Sunnah berkata, “Patokan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang saling tasyabbuh (menyerupai) satu dan lainnya bukan hanya kembali pada apa yang dipilih, disukai dan dijadikan kebiasaan wanita dan pria.
Namun hal ini kembali pula pada maslahat pria maupun wanita.
Yang maslahat bagi wanita adalah yang sesuai dengan yang diperintahkan yaitu wanita diperintahkan untuk menutupi diri tanpa boleh tabarruj atau menampakkan perhiasan diri.
Jadi dalam larangan berpakaian pada wanita ada dua tujuan: (1) membedakan pria dan wanita, (2) menutupi diri wanita secara sempurna. Kedua maksud (tujuan) ini harus tercapai.” (Shahih Fiqh Sunnah, 3: 36).
Feb 14, 2013
V-DAY yang merusak akidah & hancurkan masa depan Muslimah by Ust Felix Siauw
4:35 AM
bid'ah, chirpstory, felix siauw, haram, muslimah, nasihah, valentine, vday
sumber: Twitter ustadz @felixsiauw
Jan 15, 2013
Muslimah: Janganlah Tabarruj, apa itu?
Kategori: Majalah AsySyariah Edisi 032
(ditulis oleh: Al -Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah)Wanita adalah makhluk yang kerap menjadi korban komoditi dan mode. Beragam kosmetik, parfum bermerek, hingga model pakaian yang lagi tren, dengan mudah menjajah tubuh mereka. Malangnya, dengan segala yang dikenakan itu, mereka tampil di jalan-jalan, mal-mal, atau ruang publik lainnya. Alhasil, bukan pesona yang mereka tebar tapi justru fitnah.
Pernah dengar kata tabarruj? Apa sih maknanya?
Allah l menyinggung kata ini dalam firman-Nya:
وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
“Janganlah kalian (wahai istri-istri Nabi) bertabarruj sebagaimana tabarruj orang-orang jahiliah yang awal.” (Al-Ahzab: 33)
وَالْقَوَاعِدُ مِنَ النِّسَاءِ اللَّاتِي لَا يَرْجُونَ نِكَاحًا فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَنْ يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَاتٍ بِزِينَةٍ
“Dan perempuan-perempuan tua yang terhenti dari haid dan mengandung, yang tidak memiliki keinginan untuk menikah lagi, maka tidak ada dosa bagi mereka untuk menanggalkan pakaian luar1 mereka dengan tidak bermaksud tabarruj dengan perhiasan yang dikenakan … .” (An-Nur: 60)
Az-Zajjaj Abu Ishaq Ibrahim bin As-Sirri2 v berkata: “Tabarruj adalah menampakkan perhiasan dan segala yang dapat mengundang syahwat laki-laki.”
Adapun jahiliah yang awal, ada yang mengatakan masanya dari mulai Nabi Adam q sampai zaman Nuh q. Ada yang mengatakan dari zaman Nuh q sampai zaman Idris q. Ada pula yang berpendapat dari zaman ‘Isa q sampai zaman Nabi n. Pendapat yang lebih mendekati adalah dari zaman Isa q sampai zamannya Rasulullah n, karena merekalah orang-orang jahiliah yang dikenal. Disebut jahiliah yang awal, karena mereka telah ada lebih dahulu sebelum umat Muhammad n. (Ma’anil Qur`an wa I’rabuha, 4/171).
Al-Imam Ath-Thabari v juga menyebutkan hal ini dalam tafsirnya. (Jami’ul Bayan fi Ta`wilil Qur`an, 10/294)
Mujahid v berkata: “Seorang wanita berjalan di hadapan orang-orang, itulah yang dinamakan tabarruj jahiliah.”
Muslimah: Mengapa Harus Berjilbab?
Assalamu'alaikum Warrohmatullahi Wabarakatuh
APA JILBAB ITU?
Jilbab atau hijab secara syari’at merupakan bagian pakaian yang wajib digunakan untuk menutupi kepala wanita hingga ke dadanya. Maka, sesuatu pakaian dapat disebut hijab apabila menutupi kepala, leher, hingga dada. Tidak disebut hijab jika hanya menutupi kepala saja, atau leher saja, atau hanya menutup dada saja.
Dalilnya adalah:
“…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…” [QS. An-Nuur 24:31]
Allah tidak memerintahkan kepada para wanita: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung di kepalanya”, atau: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain di dadanya”, tetapi Dia berfirman: “Dan hendaklah mereka menutup kain kudung ke dadanya.” Artinya ialah bahwa Allah menghendaki agar para wanita menutup kain dari kepalanya hingga ke dadanya.
Dari ayat ini maka para wanita Muslimah perlu memperhatikan apa yang ia pakai. Apakah benar-benar hijab yang sesuai hukum Allah, ataukah hanya kain yang dihias-hias oleh tukang salon. Ingat, hijab bukanlah mode yang bertujuan membuat wanita lebih cantik, justru hijab dipakai agar wanita terlindungi dari fitnah. Itulah salah satu tujuan syari’at.
APA JILBAB ITU?
Jilbab atau hijab secara syari’at merupakan bagian pakaian yang wajib digunakan untuk menutupi kepala wanita hingga ke dadanya. Maka, sesuatu pakaian dapat disebut hijab apabila menutupi kepala, leher, hingga dada. Tidak disebut hijab jika hanya menutupi kepala saja, atau leher saja, atau hanya menutup dada saja.
Dalilnya adalah:
“…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…” [QS. An-Nuur 24:31]
Allah tidak memerintahkan kepada para wanita: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung di kepalanya”, atau: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain di dadanya”, tetapi Dia berfirman: “Dan hendaklah mereka menutup kain kudung ke dadanya.” Artinya ialah bahwa Allah menghendaki agar para wanita menutup kain dari kepalanya hingga ke dadanya.
Dari ayat ini maka para wanita Muslimah perlu memperhatikan apa yang ia pakai. Apakah benar-benar hijab yang sesuai hukum Allah, ataukah hanya kain yang dihias-hias oleh tukang salon. Ingat, hijab bukanlah mode yang bertujuan membuat wanita lebih cantik, justru hijab dipakai agar wanita terlindungi dari fitnah. Itulah salah satu tujuan syari’at.
Jan 14, 2013
Kepada Ukhti Muslimah 6 Perkara
SYARAT-SYARAT HIJAB SYAR’I
Adapun syarat-syarat hijab syar’i adalah:1. Hendaklah hijab/jilbab menutup seluruh badan
Allah berfirman:
“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh badan mereka.” (QS. Al Ahzab: 59).
Jilbab adalah pakaian panjang yang menutup seluruh badan (dari kepala hingga mata kaki), artinya dengan mengulurkan keseluruh badan yang merupakan aurat wanita. jadi jilbab yang syar’i adalah yang menutup seluruh badan wanita.
2. Hendaklah hijab/jilbab tersebut tebal, tidak tipis dan tidak transparan, karena maksud dari hijab adalah menutup, jika tidak menutup, tidak dinamakan hijab, karena hal tersebut tidak menghalangi penglihatan, sehingga seperti yang di katakan dalam hadits Nabi shalallahu ‘alahi wassalam, “Berpakaian tetapi pada hakikatnya telanjang“.
3. Hendaklah hijab/jilbab tidak berupa perhiasan atau pakaian yang menyolok, yang memiliki warna-warni yang menarik, sehingga menimbulkan perhatian.
Allah berfirman:
“Dan tidak menampakkan perhiasan kecuali yang biasa tampak darinya.” (QS; An Nur : 31).
Makna (إلا ما ظهر منها) apa yang nampak darinya, yaitu dengan tanpa disengaja. Apabila hijab itu sendiri perhiasan, maka tidak boleh dipakai, dan tidak dinamakan hijab, sebab hijab adalah sesuatu yang menghalangi timbulnya perhiasan terhadap bukan muhrim.
4. Hendaklah hijab/jilbab tersebut tidak sempit, ketat. Tidak membentuk lekuk tubuh dan aurat, maka jilbab harus luas dan lebar, sehingga tidak menimbulkan fitnah.
5. Hendaklah tidak memakai minyak wangi, yang menyebabkan timbulnya fitnah, yaitu rangsangan bagi laki-laki.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
(( إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ بِالْمَجْلِسِ فَهِيَ كَذَا وَكَذَا)) يَعْنِيْ زَانِيَةٌ. أصحاب السنن. وقال الترمذي حسن صحيح.
“Sesungguhnya wanita apabila memakai minyak wangi lalu lewat pada suatu majlis, maka ia adalah ini dan ini yaitu: ia wanita pezina” (HR. Ashabus sunan, Tirmidzi berkata: hadits ini hasan shahih).
Dalam riwayat lain:
وَفِيْ رِوَايَةٍ أُخْرَى: (( إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى الْقَوْمِ لِيَجِدُوْا رِيْحَهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ ))
“Sesungguhnya wanita bila memakai minyak wangi kemudian lewat pada suatu majlis/ perkumpulan kaum agar mereka mencium baunya, maka ia telah berzina”.
Muslimah: Berhijablah dengan sempurna....dan kamu pun akan dimuliakan NYA
Assalamu'alaikum Warrohmatullahi Wabarakatuh
mulai sekarang saya kepengen share ilmu-ilmu mengenai keIslaman ini di blog ini.
Bukan untuk menggurui siapapun, tapi lebih kepada mengingatkan kepada diri sendiri dan keluarga. Sebagaimana ayat Al-Qur'an berikut ini:
Jadi postingan soal ilmu agama ini juga agar bisa dibaca oleh anak-anak kelak, semoga mereka selalu dalam lindungan Allah SWT, menjadi anak-anak yang soleh dan solehah, menjadi muslim/muslimah yang kaffah dalam setiap aspek kehidupan mereka kelak, amien Ya Rabb...
Kalaupun ternyata postingan ini bisa dibaca oleh banyak orang, dan bisa bermanfaat baginya, Alhamdulillah :)
Nah, beberapa postingan berikut adalah soal Hijab atau Jilbab...
saya copas dari web lain yang menurut saya bermanfaat dan ilmunya bisa dipertanggungjawabkan dunia-akhirat insya Allah (sumber dicantumkan dibawah post)
postingan ini untuk semua muslimah di jagad raya, terutama Isya yang insya Allah akan menjadi muslimah generasi penerus :)
saya dulu awal pakai jilbab tahun 2002, waktu nyantri beberapa bulan di Pesantren Daarut Tauhiid Aa Gym, selalu memakai gamis dan kerudung panjang. Walau setelahnya dari Pesantren pelan-pelan gak istiqomah, jilbab jadi memendek dan gak memakai gamis lagi, bahkan memakai celana jins :(( tapi saya gak pernah melepas hijab insya Allah.
nah, sekarang kan muslim fashion lagi marak banget tuh....betapa banyak trend-trend baju muslimah dan hijab yang bertebaran. Tapi hati-hati loh, kebanyakan darinya ternyata gak syar'i, bahkan merk hijab tertentu yang mengklaim produknya sesuai syar'i alias bertagline "Hijab Syar'i" ternyata juga "kurang" syar'i tuh.
Jadi, sebenarnya hijab yang sesuai syar'iat Islam itu seperti apa sih?
saya pun masih berusaha mencari dan mencari lagi ilmunya, insya Allah, kalau kita mau membuka diri terhadap kebenaran, dan berniat mencari ridho Nya, Allah pasti akan membukakan jalan :)
disaat saya lagi berniat untuk mem"betul"kan hijab saya, datang dukungan dari suami, keluarga dan teman-teman.
papi memberi nasihat agar saya lebih banyak memakai gamis, apalagi setelah melahirkan anak ke-4, masih menurut kata papi, rasanya lebih sedap dipandang kalau ibu dari 4 anaknya lebih bisa memelihara dirinya dari pandangan laki-laki lain, dan itu insya Allah bisa dilakukan dengan kembali memakai hijab yang sesuai syar'i
setelah itu, datang beberapa scarf hadiah dari kakak ipar yg juga baru mulai berhijab dan, walau kurang panjang tapi insya Allah jika dipakai dengan benar bisa sesuai syar'i hehe....
juga beberapa obrolan dengan kakak perempuan saya dan teman sesama muslimah di BBM, dan hasil browsing saya ke beberapa artikel dan juga browsing untuk mencari busana hijab dan jilbab yang terbaik menurut syar'i, bukan yang sekedar ikut-ikutan trend aja
ini yaa, kutipan artikelnya....dibagi dalam beberapa artikel kedepan yang saya dapat dari berbagai macam sumber.
Wallahu a’lam bi shawab
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
*********************************************
mulai sekarang saya kepengen share ilmu-ilmu mengenai keIslaman ini di blog ini.
Bukan untuk menggurui siapapun, tapi lebih kepada mengingatkan kepada diri sendiri dan keluarga. Sebagaimana ayat Al-Qur'an berikut ini:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Qs. At-Tahrim [66]:6)
Secara blog ini insya Allah menjadi jurnal keluarga yang bisa dibaca sampai nanti.Jadi postingan soal ilmu agama ini juga agar bisa dibaca oleh anak-anak kelak, semoga mereka selalu dalam lindungan Allah SWT, menjadi anak-anak yang soleh dan solehah, menjadi muslim/muslimah yang kaffah dalam setiap aspek kehidupan mereka kelak, amien Ya Rabb...
Kalaupun ternyata postingan ini bisa dibaca oleh banyak orang, dan bisa bermanfaat baginya, Alhamdulillah :)
Nah, beberapa postingan berikut adalah soal Hijab atau Jilbab...
saya copas dari web lain yang menurut saya bermanfaat dan ilmunya bisa dipertanggungjawabkan dunia-akhirat insya Allah (sumber dicantumkan dibawah post)
postingan ini untuk semua muslimah di jagad raya, terutama Isya yang insya Allah akan menjadi muslimah generasi penerus :)
saya dulu awal pakai jilbab tahun 2002, waktu nyantri beberapa bulan di Pesantren Daarut Tauhiid Aa Gym, selalu memakai gamis dan kerudung panjang. Walau setelahnya dari Pesantren pelan-pelan gak istiqomah, jilbab jadi memendek dan gak memakai gamis lagi, bahkan memakai celana jins :(( tapi saya gak pernah melepas hijab insya Allah.
nah, sekarang kan muslim fashion lagi marak banget tuh....betapa banyak trend-trend baju muslimah dan hijab yang bertebaran. Tapi hati-hati loh, kebanyakan darinya ternyata gak syar'i, bahkan merk hijab tertentu yang mengklaim produknya sesuai syar'i alias bertagline "Hijab Syar'i" ternyata juga "kurang" syar'i tuh.
Jadi, sebenarnya hijab yang sesuai syar'iat Islam itu seperti apa sih?
saya pun masih berusaha mencari dan mencari lagi ilmunya, insya Allah, kalau kita mau membuka diri terhadap kebenaran, dan berniat mencari ridho Nya, Allah pasti akan membukakan jalan :)
disaat saya lagi berniat untuk mem"betul"kan hijab saya, datang dukungan dari suami, keluarga dan teman-teman.
papi memberi nasihat agar saya lebih banyak memakai gamis, apalagi setelah melahirkan anak ke-4, masih menurut kata papi, rasanya lebih sedap dipandang kalau ibu dari 4 anaknya lebih bisa memelihara dirinya dari pandangan laki-laki lain, dan itu insya Allah bisa dilakukan dengan kembali memakai hijab yang sesuai syar'i
setelah itu, datang beberapa scarf hadiah dari kakak ipar yg juga baru mulai berhijab dan, walau kurang panjang tapi insya Allah jika dipakai dengan benar bisa sesuai syar'i hehe....
juga beberapa obrolan dengan kakak perempuan saya dan teman sesama muslimah di BBM, dan hasil browsing saya ke beberapa artikel dan juga browsing untuk mencari busana hijab dan jilbab yang terbaik menurut syar'i, bukan yang sekedar ikut-ikutan trend aja
ini yaa, kutipan artikelnya....dibagi dalam beberapa artikel kedepan yang saya dapat dari berbagai macam sumber.
Wallahu a’lam bi shawab
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
*********************************************
Subscribe to:
Posts (Atom)











.jpg)

.jpg)

