Siapapun diantara kita, jika kita merupakan orang tua dari anak-anak kita
Maka kita perlu berpikir, tentang bagaimana menjalankan tugas keayahbundaan (parenting),
Yakni agar ketika kita mengasuh, membesarkan, dan mendidik mereka, kita juga merangsang inisiatif-inisiatif mereka, mendorong semangat mereka, menunjukan penerimaan yang tulus, dan memberi perhatian yang hangat, atas setiap kebaikan yang mereka lakukan.
Sebab anak lahir dengan dorongan berbuat baik
Ia mencintai kebaikan dan secara naluriah ingin menjaga diri dari keburukan.
Tetapi pada saat lahir, mereka belum bisa membedakan antara kebaikan dan keburukan…
Disinilah kita sebagai orang tua jangan sampai salah
Memberi tepuk tangan pada keburukannya, sementara saat mereka berbuat baik kita justru mengabaikannya..
Hanya gara-gara berbuat baik di waktu yang tak tepat
Mata kita melotot, dan memberi pesan dilengannya dengan cubitan yang membuatnya menangis.
Padahal yang harus kita lakukan adalah, memuji itikad baiknya dan meluruskan tindakannya dengan nasehat.
Bukan memarahinya dan menyalah-nyalahkanya…
BUKAN KAH NIAT YANG BAIK SUDAH DIHITUNG SEBAGAI KEBAIKAN?
Sementara niat yang buruk tidak dihitung sampai benar-benar dilakukan !!
Dalam buku The Learning Revolution, Buckminster Fuller sebagaimana di kutip Dryden dan Vos mengatakan
“Setiap anak terlahir Genius, tetapi kita menghapus kegeniusan mereka dalam enam bulan pertama”







.jpg)

.jpg)

